Sebanyak 1.386 petugas diterjunkan untuk mendata pendapatan dan kondisi ekonomi rumah tangga di 25 kecamatan se-Wonogiri, sebagai bagian dari Sensus Ekonomi 2026 yang masih berlangsung hingga akhir Agustus.
Ikatan Mahasiswa Berprestasi Wonogiri | Wonogiri, Juni 2026
WONOGIRI - Sejak pertengahan Juni lalu, suasana di sejumlah kampung dan desa di Kabupaten Wonogiri tampak sedikit berbeda. Satu per satu, petugas berompi khusus mulai mengetuk pintu rumah warga, membawa tablet di tangan dan sederet pertanyaan tentang penghasilan keluarga. Inilah wajah dari Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), kegiatan pendataan ekonomi nasional yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) setiap sepuluh tahun sekali.
Berbeda dari sensus-sensus sebelumnya yang lebih banyak menyasar pelaku usaha, edisi tahun ini melangkah lebih jauh dengan turut membongkar potret ekonomi rumah tangga secara langsung. Petugas tak hanya menanyakan soal usaha, tapi juga berapa pendapatan keluarga setiap bulan, ke mana uang itu mengalir, hingga ada-tidaknya usaha sampingan yang dijalankan diam-diam dari rumah.
“Kami menjamin kerahasiaan data. Maka, kami berharap pelaku usaha terbuka memberikan informasi agar gambaran kondisi ekonomi di lapangan benar-benar nyata,” ujar Kepala BPS Kabupaten Wonogiri, Rahmad Iswanto, sebagaimana dikutip dari pemberitaan media lokal beberapa waktu lalu.
1.386 Petugas Disebar ke 25 Kecamatan
Untuk menjangkau seluruh wilayah Wonogiri, BPS setempat tidak tanggung-tanggung dalam merekrut tenaga pendata. Total 1.386 petugas berhasil dijaring melalui proses seleksi yang digelar pada Mei lalu, lengkap dengan tes kompetensi daring dan pelatihan intensif selama tiga hari sebelum mereka resmi diterjunkan ke lapangan.
Para petugas ini kini tersebar di 25 kecamatan, menyusuri gang demi gang dan rumah demi rumah sejak 15 Juni 2026. Targetnya, seluruh proses pendataan door to door ini bisa dirampungkan paling lambat 31 Agustus mendatang, bertepatan dengan jadwal nasional yang berlaku serentak di seluruh Indonesia.
Bukan Cuma Soal Usaha, Tapi Juga Isi Dompet Keluarga
Yang membuat sensus kali ini terasa lebih “menyentuh” adalah caranya menggali informasi. Lewat metode wawancara berbasis aplikasi atau yang dikenal dengan Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI), petugas langsung mencatat jawaban warga ke dalam gawai, tanpa lagi mengandalkan kertas dan pulpen seperti dulu.
Pertanyaan yang dilontarkan pun cukup personal: berapa pendapatan rumah tangga, untuk apa saja uang dibelanjakan, hingga apakah ada anggota keluarga yang punya usaha kecil-kecilan di rumah. Kepala BPS Wonogiri bahkan menyebut bahwa “hampir semua fundamental sosial ekonomi” rumah tangga ditanyakan dalam sesi ini.
Soal kekhawatiran data bocor atau disalahgunakan, BPS berulang kali menegaskan bahwa semua jawaban warga dilindungi kerahasiaannya dan tidak ada sangkut pautnya dengan urusan pajak. Supaya mudah diingat masyarakat, BPS pun mengusung jargon “TIR” - Terima petugas, Isi data dengan jujur, dan percaya keRahasiaan data tetap terjaga.
Kenali Petugas Resmi, Jangan Sampai Tertipu
Di tengah gencarnya pendataan ini, BPS juga mengingatkan warga untuk lebih cermat mengenali petugas resmi, mengingat ada potensi pihak tak bertanggung jawab yang bisa memanfaatkan momen sensus untuk modus penipuan. Petugas asli selalu mengenakan rompi khusus bertuliskan Sensus Ekonomi 2026, membawa kartu identitas (ID card) yang dilengkapi kode QR, serta surat tugas resmi dari kantor BPS setempat.
“Petugas sensus akan mendata langsung dari pintu ke pintu, dari rumah ke rumah, dan dari usaha satu ke usaha lain, serempak di Indonesia. Jadi siap-siap kami datangi ya,” demikian imbauan resmi yang disampaikan BPS melalui akun media sosialnya. BPS juga menegaskan bahwa petugas yang datang sama sekali tidak bertugas menagih utang maupun memungut biaya apa pun.
Tantangan di Lapangan: Warga yang Sulit Ditemui
Tak semua proses berjalan mulus. Salah satu kendala yang cukup sering dijumpai petugas di lapangan adalah penghuni rumah yang sedang tidak ada di tempat saat jam kunjungan. Untuk mengatasi hal ini, BPS Wonogiri menggandeng pemerintah desa hingga kecamatan agar koordinasi di lapangan tetap berjalan dan tidak ada warga yang akhirnya terlewat dari pendataan.
Hingga akhir Juni ini, proses pendataan masih terus berjalan. Warga diimbau untuk menyambut baik kedatangan petugas dan memberikan jawaban yang sejujurnya, karena pada akhirnya data inilah yang akan menjadi salah satu dasar penyusunan kebijakan ekonomi daerah untuk sepuluh tahun mendatang.
Sumber Berita
Espos.id. (2026, 11 Mei). BPS Wonogiri Buka Rekrutmen 1.386 Petugas Sensus Ekonomi 2026. https://solopos.espos.id/bps-wonogiri-buka-rekrutmen-1386-petugas-sensus-ekonomi-2026-2214601
RRI.co.id. (2026, 13 Mei). Sensus Ekonomi Wonogiri Butuhkan 1.386 Petugas Pendata. https://rri.co.id/surakarta/regional/2412528/sensus-ekonomi-wonogiri-butuhkan-1386-petugas-pendata
Beritasatu.com. (2026, 15 Juni). Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Cek Ciri Petugas Resmi BPS yang Datang. https://www.beritasatu.com/ekonomi/3002649/sensus-ekonomi-2026-dimulai-cek-ciri-petugas-resmi-bps-yang-datang
Kompas.com. (2026, 25 Juni). Mengintip Sensus Ekonomi 2026 dari Dekat, Apa Saja yang Didata Petugas? https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/25/13320581/mengintip-sensus-ekonomi-2026-dari-dekat-apa-saja-yang-didata-petugas
Badan Pusat Statistik. (2026). Web Sensus BPS - Sensus Ekonomi 2026. https://sensus.bps.go.id/